KEHORMATAN EMOSIONAL

oleh

Muhammad Muhajirin
0901353
Mahasiswa PPB A
2009

Artikel ini melakukan analisis terhadap salah satu aspek yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup. Dalam analisa ini yang di maksud dengan makhluk hidup ialah manusia dan binatang.

Canon telah mengadakan penelitian dengan sorotan sinar “rontgen” terhadap seekor kucing yang baru selesai makan. Ia melihat bahwa perut besarnya aktif melakukan gerakan yang teratur untuk mencerna makanan. Kemudian dibawa ke depannya seekor anjing yang besar dan buas/galak. Pada saat itu, Canon melihat bahwa proses mencerna terhenti seketika, dan pembulu darah di bagian lambung mengkerut, disamping itu tekanan darahnya bertambah dengan sangat tinggi, ditambah lagi dengan perubahan yang bermacam-macam “pada kelenjar-kelenjar seperti bertambahnya keringat dan air liur”.

Berdasarkan percobaan tersebut jadi emosional dapat membawa pada perubahan fisik. Pada manusia pengaruh emosional ini dapat membawa dampak yang positif dan negatif. Membawa dampak positif jika dapat mengatur dan mengendalikannya, sebaliknya jika tidak dapat mengendalikan emosi tersebut, tidak jarang membawa malapetaka dalam kehidupan ini. Mulai dari konflik batin, konflik horizontal, penyakit hati, penyakit fisik, hingga menyebabkan kematian.

Apa yang dimaksud dengan emosi?
Menurut English And English, emosi adalah “a complex feeling state accompained by characteristic motor and glandular activies” (Suatu keadaan perasaan yang kompleks yang disertai karakteristik kegiatan kelenjar dan motoris). Sedangkan Sarlito Wirawan Sarwono berpendapat bahwa emosi merupakan “Setiap keadaan pada diri seseorang yang disertai warna afektif baik pada tingkat lemah (dangkal) maupun pada tingkat yang luas (mendalam).

Canon Bard merumuskan teori tentang pengaruh fisiologis terhadap emosi. Teori ini menyatakan bahwa situasi menimbulkan rangkaian pada proses syaraf. Suatu situasi yang saling mempengaruhi antara thalamus (pusat penghubung antara bagian bawah otak dengan susunan uarat syaraf di satu pihak dan alat keseimbangan) atau Cerebellum dengan Creblar cortex (bagian otak yang terletak di dekat permukaan sebelah dalam dari tulang tengkorak, suatu bagian yang berhubungan dengan proses kerjanya pada jiwa taraf tinggi, seperti berfikir).

Jadi dapat disimpulkan Emosi adalah suatu keadaan perasaan yang menimbulkan rangkaian situasi pada proses syaraf disertai warna afektif yeng di interpretasikan melalui perbuatan atau prilaku yang baik atau buruk menurut aturan atau norma-norma yang ada. Cerminan prilaku tersebut yang dimaksudkan Kehormatan Emosional. Kehormatan Emosi ini menitik beratkan kepada pentingnya pengaturan atau pengendalian emosi yang sering disebut dengan “Kecerdasan Emosional”.
Kecerdasan emosional Emotional Intelligence ini merupakan pandangan baru tentang salah satu faktor yang menyebabkan orang bisa meraih kesuksesan, selain kecerdasan inteligensi dalam ukuran kemampuan intelektual atau tataran kognitif. Pendapat itu dikemukakan oleh Daniel Goleman. Kecerdasan emosional ini semakin dipandang perlu dan merupakan suatu keharusan dipahami, dimiliki dan diperhatikan dalam perkembangannya. Hal ini mengingat masalah-masalah yang dihadapi semakin kompleks dan sangat menuntut pengaturan atau pengendalian emosi.
Kecerdasan emosional ini merujuk kepada kemampuan-kemampuan mengendalikan diri, memotivasi diri dan berempati. Tiada lain hal ini di lakukan untuk ketenangan hati dan dampak positif yang akan membawa pada kebahagiaan dalam kehidupan ini.
Ada bebebrapa jenis-jenis emosi dan dampaknya pada perubahan fisik, diantaranya:
a. Terpesona, peristiwa ini terjadi karena ada stimulus yang datang, stimulus itu biasanya berasal dari penglihatan yang indah contohnya keindahan alam. Dampak perubahan fisiknya yaitu reaksi elektris pada kulit.
b. Marah, penyebab kegiatan ini sangat kompleks. Efek yang ditimbulkan peredaran darah bertambah cepat dan tekanan bertambah tinggi, hal ini yang sering menyebabkan penyakit struk yang banyak menyerang pada masa sekarang ini. Perubahan pada fisiknya yaitu muka merah, prilaku tak terkontrol dan sebagainya.
c. Terkejut, peristiwa itu terjadi karena ada stimulus yang diketahui secara mendadak. Perubahan pada fisik yaitu denyut jantung bertambah cepat.
d. Kecewa, perasaan ini muncul ketika apa yang kita kehendaki itu belum tercapai. perubahan pada fisik, biasanya bernafas panjang.
e. Sakit, rasa ini timbul karena ada bagian dari tubuh kita yang terasa sakit secara fisik. Perubahan fisiknya bisa pucat, lemah, meringis, dan ada pula yang meronta-ronta.
f. Takut/tegang, rasa tersebut timbul akibat ada sesuatu hal yang sangat ditakutinya (hal yang nyata). Misalkan ketika bertemu dengan musuh. Perubahan fisik yang dapat di lihat biasanya air liur mengering.
g. Takut, takut disini karena perasaanya sendiri, takut karena hal yang tak nyata. Misalnya takut kepada hantu. Perubahan yang dapat dilihat secara fisik yaitu berdiri bulu roma.
h. Tegang, tegang disini terjadi akibat rasa kekawatiran ketidakmampuan untuk melakukan sesuatu, misalnya kondisi ketika ujian dan tidak dapat menjawab seluruh pertanyaan-pertanyaan disana akan terlihat ketegangan tersebut. Perubahan pada fisik yang dapat dilihat terganggunya pencernaan, otot-otot menegang atau bergetar (tremor).

Unsur-unsur Kecerdasan Emosional
ASPEK KARAKTERISTIK PERILAKU
1. Kesadaran Diri a. Mengenal dan merasakan emosi sendiri
b. Memahami penyebab perasaan yang timbul
c. Mengenal pengaruh perasaan terhadap tindakan
2. Mengola Emosi a. Bersikap toleran terhadap frustasi dan mampu mengolah amarah secara lebih baik
b. Lebih mampu mengungkapkan amarah dengan tepat tanpa berkelahi
c. Dapat mengendalikan perilaku agresif yang merusak diri sendiri dan orang lain
d. Memikliki perasaan yang positif tentang diri sendiri, sekolah dan keluarga
e. Memiliki kemampuan untuk mengatasi ketegangan jiwa (stress)
3. Memanfaatkan emosi secara produktif a. Memiliki rasa tanggung jawab
b. Mampu memusatkan perhatian pada tugas yang dikerjakan
c. Mampu mengendalikan diri dan tidak bersifat impulsif
4. Empati a. Mampu menerima sudut pandang orang lain
b. Memiliki sikap empati atau kepekaan terhadap perasaan orang lain
c. Mampu mendengarkanorang lain
5. Membina hubungan a. Memiliki pemahaman dan kemampuan untuk menganalisis hubungan dengan orang lain
b. Dapat menyelesaikan konflik degan orang lain
c. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan oarang lain
d. Memilki sikap bersahabat atau mudah bergaul dengan teman sebaya
e. Memiliki sikap tenggang rasa dan perhatian terhadap orang lain
f. Memperhatikan kepentingan sosial (senang menolong orang lain) dan dapat hidup selaras dengan kelompok
g. Bersikap senang berbagi rasa dan bekerja sama
h. Bersikap demokratis dalam bergaul degan orang lain
Sumber: Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: