EMOSI PADA MASA REMAJA

Nama             : Febby Irawan

NIM               : 0901333

Emosi pada masa-masa remaja perlu diperhatikan karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kegiatan yang dijalani sehari-hari. Seperti keadaan emosi yang mempengaruhi perasaan di dalam menjalani aktivitasnya. Karena hal tersebut berperan di dalam prestasi dan hasil dari kegiatan yang dijalani tersebut.

Secara istilah, emosi merupakan warna efektif yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu. Yang dimaksud warna efektif ini adalah perasaan-perasaan tertentu yang dialami pada saat menghadapi atau menghayati suatu situasi tertentu. Contohnya gembira, bahagia, putus asa, terkejut, tidak senang.

Sedangkan menurut para ahli, yaitu sebagai berikut :

Lindsley, dia mengemukakan teorinya yang disebut “Activition theory” (teori pergerakan). Menurut teori ini emosi disebabkan oleh pekerjaan yang terlampau keras dari susunan syaraf terutama otak. Contohnya, apabila individu mengalami frustasi, susunan syaraf yang bekerja sangat keras yang menimbulkan sekresi kelenjar-kelenjar tertentu yang dapat mempertinggi pekerjaan otak maka hal itu menimbulkan emosi.”

John B Waston, mengemukakan bahwa ada tiga dasar pola emosi, yaitu takut, marah, dan cinta (fear anger and love). Ketiga jenis emosi tersebut menunjukan respons tertentu pada stimulus tertentu pula, tetapi kemungkinan terjadi pula modifikasi (perubahan).

Sarlito Wirawan Sarwono, berpendapat bahwa emosi merupakan setiap keadaan pada diri seseorang yang disertai dengan warna afektif, baik pada tingkat lemah (dangkal) maupun pada tingkat yang kuat (mendalam).

Adapun ciri-ciri dari emosi itu sendiri, yaitu ; Lebih bersifat subjektif daripada peristiwa psikologs lainnya,seperti pengamatan dan berfikir, bersifat fluktuasi (tidak tetap), banyak bersangkut paut dengan peristiwa paengenalan pancaindra.

Emosi perlu diperhatikan karena keterkaitan dan pengaruhnya terhadap manusia di dalam menjalani rutinitasnya. Oleh karena itu kita perlu memahami gejala-gejala yang timbul dari emosi itu sendiri. Agar kita dapat mengoptimalkan suatu kondisi ataupun dapat meminimalisir keadaam yang kurang baik yang ditimbulkan oleh emosi tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: