TANAMKAN NILAI MORAL SEJAK DINI – ANISAH FADHILAH PPB KELAS A 0900965

TANAMKAN NILAI MORAL SEJAK DINI

Anisah Fadhilah 0900965
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan kelas A

Pendahuluan

Saya memilih judul TANAMKAN NILAI MORAL SEJAK DINI, karena sekarang nilai moral sudah banyak orang yang meninggalkannya. Anak tidak hanya dituntut cerdas matematika ataupun cerdas berkata-kata, tetapi juga cerdas moral, agar dapat berlaku santun di dalam keluarga kecilnya dan juga di masyarakat. Banyak orang-orang yang tidak memiliki moral yang baik, sehingga mereka berbuat sesuka hatinya melanggar aturan yang berlaku. Dengan menanamkan nilai moral sejak anak-anak, maka mereka akan mengetahui perbuatan yang benar dan perbuatan yang tidak benar. Dengan upaya menanamkan perkembangan moral sejak anak-anak, memberikan perubahan yang maksimal sehingga terbentuklah manusia yang berperilaku jujur, bertutur kata yang sopan, bertanggung jawab dan taat beragama.

Pengertian Moral
Moral adalah peraturan, adat istiadat, kebiasaan, tata cara kehidupan nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya (Yusuf. 2005 : 132). Nilai-nilai moral harus kita perkenalkan kepada suatu individu sejak anak-anak. Sekarang orang-orang sudah mulai meninggalkan nilai moral, sehingga timbulah perbuatan yang tidak terpuji. Contoh : Seorang anak membunuh ibunya karena keinginannya tidak dapat dipenuhi oleh ibunya, terkadang karena masalah yang kecil apabila kita tidak mengenal moral bisa berdampak seperti contoh diatas.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan moral Ada empat faktor yang memepengaruhi perkembangan moral anak-anak, yaitu :
1. Konsisten dalam mendidik anak, suatu tingkah laku anak yang dilarang oleh orang tua pada suatu waktu, harus juga dilarang apabila dilakukan kembali pada waktu lain.
2. Sikap orang tua dalam keluarga, secara tidak langsung sikap orang tua terhadap anak dapat mempengaruhi perkembangan moral anak melalui proses peniruan. Contoh : sikap ayah dan ibu memperlihatkan sikap yang acuh tak acuh cenderung mengembangkan sikap kurang bertanggung jawab dan kurang memperdulikan norma pada diri anak.
3. Pengamalan agama yang dianut, orang tua merupakan tauladan bagi anak. Orang tua yang menciptakan situasi yang agamis dengan memberikan bimbingan tentang niali-nilai agama kepada anak, maka anak akan mengalami perkembangan moral yang baik.
4. Sikap konsisten orang tua dalam menerapkan norma. Contoh : Orang tua mengajarkan kepada anak agar berperilaku jujur, bertutur kata yang sopan, bertanggung jawab dan taat beragama, tetapi orang tua sendiri menampilkan perilaku yang sebaliknya. Maka anak akan menggunakan ketidak konsistenan orang tua itu sebagai alasan untuk tidak melakukan apa yang diinginkan oleh orang tuanya, bahkan mungkin dia akan berperilaku seperti orang tuanya.

Proses perkembangan moral
Proses perkembangan moral anak dapat berlangsung melalui beberapa cara, yaitu :
1.Pendidikan langsung, yaitu melalui penanaman pengertian tentang tingkah laku yang benar dan salah oleh orang tua.
2. Identifikasi, yaitu dengan cara mengidentifikasi atau meniru penampilan atau tingkah laku moral seseorang yang menjadi idolanya.
3. Proses coba-coba, yaitu dengan cara mengembangkan tingkah laku moral secara coba-coba. Contoh :Tingkah laku yang mendatangkan pujian atau penghargaan akan terus dikembangkan, sementara tingkah laku yang mendatangkan hukuman akan celaan akan dihentikannya.

Dengan kita menanamkan nilai moral sejak anak-anak, maka kita akan terbiasa dengan aturan yang berlaku agar kita tidak berbuat sesuatu yang dapat merugikan orang lain dan diri kita sendiri.
Anak-anak perlu dididik untuk memahami nilai moral bahwa setiap tindakan dan perilakunya ada konsekwensi yang harus ia terima. Konsekwensi yang diajarkan pada anak-anak guna untuk merubah perilaku buruk anak dan sebagai alternatif pengajaran yang benar untuk menghindari tindak kekerasan pada anak. Pemahaman akan konsekwensi bagi anak hanya didapat dengan cara menegakkan kedisiplinan, pemberian konsekwensi, bukan hukuman, dan pemberian penghargaan bagi yang berprilaku baik. Konsekwensi berbeda dengan hukuman, menurut Ray Levi Ph.D (2002)

Kesimpulan

Moral adalah tata cara kehidupan nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Ada empat faktor yang mempengaruhi perkembanan moral pada anak yaitu Konsisten dalam mendidik anak, Sikap orang tua dalam keluarga, Pengamalan agama yang dianut dan Sikap konsisten orang tua dalam menerapkan norma. Mudah-mudahan dengan menanamkan nilai moral sejak anak-anak memberikan dampak positif kepada bangsa ini, dengan menujukan sikap berperilaku jujur, bertutur kata yang sopan, bertanggung jawab, taat beragama dan taat akan norma-norma yang berlaku dilingkungannya.

Referensi

Yusuf, Syamsu. 2005. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : Rosda

Borneo.2007.”Cari Ilmu “. [Online]. Tersedia : http://massofa.wordpress.com/2008/11/17/pengertian-etika- moral-dan-etiket/ [26 Oktober 2009]

e-smartschool.2000. “Pendidikan Moral Anak “. [online]. Tersedia :
http://e-smartschool.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=267&Itemid=55 [07. November 2009]

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: