PERKEMBANGAN NEGATIF MAHASISWA PENDATANG IKHWAN MUZAKI SYAHBANI 0901568 JURUSAN PPB/A

 

Sudah lama kita ketahui bersama, banyak orang yang menuntut ilmu ke luar daerah tempat dia tingggal sebelumnya.Di era globalisasi saat ini, menuntut ilmu tak cukup hanya di satu tempat saja ( di kampong halaman ), ini dikarenakan agar ilmu yang didapat bisa berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.Dan untuk itu,  banyak para siswa yang telah lulus di jenjang Sekolah Menengah Atas banyak meneruskan studi mereka ke berbagai kota yang menurut mereka di kota tersebut mereka mendapat ilmu pengetahuan yang lebih, salah satunya adalah kota Bandung.

Bandung merupakan salah satu kota yang terdapat banyak Perguruan Tinggi ternama, baik negeri maupun swasta.Sebut saja Universitas Pendidikan Indonesia ( UPI ), ini adalah salah satu Perguruan Tinggi Negeri dan satu –  satunya Perguruan Tinggi yang masih konsisten dalam ranah kependidikan.Di kota kembang ini, banyak para siswa dari luar kota Bandung yang ingin menjadi mahasiswa di UPI.Misalnya saja Cirebon, Tasikmalaya, Sukabumi, Pandeglang, Medan, dan masih banyak lagi kota yang lainnya.Mereka rela pergi dari kampong halamannya untuk menuntut ilmu di UPI.Mereka ingin berkembang ke arah yang lebih positif, untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih dari yang mereka dapat sebelumnya yang berguna untuk kehidupan mereka kelak.Namun sangat disesali, karena tidak sedikitpun mahasiswa pendatang berkembang kea rah yang lebih negative. Banyak diantara mereka yang terjerumus ke pergaulan bebas, seks bebas, bahkan sampai pemakaian Narkotika dan obat – obatan terlarang.Namun ada juga yang masuk ke dalam suatu perkumpulan yang kerap meresahlan warga.Semua yang mereka lakukan itu sangat bertentangan dengan niat awal mereka, yaitu ingin mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih dari sebelumnya.

 

 

Faktor Penyebab

Semua perkembangan kea rah negative yang dialami para mahasiswa pendatang tersebut disebabkan oleh lingkungan sekitar yang dipengaruhi oleh teman sebayanya ( antar mahasiswa ).

Urie Bronfrenbrenner dan Ann Crouter (Sigelman dan Shaffer, 1995:86) lingkungan perkembangan merupakan berbagain peristiwa, situasi atau kondisi diluar organisme yang diduga mempengaruhi atau dipengaruhi oleh perkembangan individu.Sementara itu,Joe Karhena (1992 : 58) mengemukakan bahwa lingkungan itu merupakan segala sesuatu yang berada di luar individu yang meliputi fisik dan social budaya.

Jadi, mahasiswa pendatang terjarumus ke arah yang negatif karena dipengaruhi oleh teman sebayanya (antar mahasiswa) yang sebagai pribumi di kota Bandung, atau dipengaruhi oleh antar mahasiswa yang berasal dari kampong halaman yang sama namun sudah terjerumus terlebih dahulu.

Akibat

Akibat dari perkembangan negatif ini, mahasiswa tersebut tidak dapat menuntut ilmu secara maksimal, biaya hidup.Terlebih mereka yang sampai masuk ke wilayah Narkoba, terjangkit HIV/AIDS.Dan ada juga yang sampai hamil diluar nikah.

Dalam masalah ini,dikembalikan kembali kepada individu itu sendiri (mahasiswa pedatang).Mereka harus bisa menjaga diri dengan memegang teguh prinsip pribadi mereka.Disini mereka harus dapat la

Namun faktor keluarga juga mempengaruhi, bagaimana iklim di keluarga tersebut.Karena pengaruh kelompok teman sebaya terhadap remaja itu ternyata berkaitan dengan iklim keluarga remaja itu sendiri.Remaja yang memiliki hubungan yang baik dengan orang tuanya (iklim keluarga sehat) cenderung dapat menghindarkan diri dari pengaruh negatif teman sebayanya, dibandingkan dengan remaja yang hubungan dengan orang tuanya kurang baik.

Judith Brook dan koleganya menemukan,bahwa hubungan orang tua dan remaja yang sehat dapat melindungi remaja tersebut dari pengaruh teman sebaya yang tidak sehat (sigelman dan Shaffer, 1995 : 380)

Kesimpulan

  1. Mahasiswa yang terjerumus kebanyakan karena salah memilih teman bergaul.Terlebih jika iklim di keluarganya tidak sehat.Sehingga menyebabkan ia merasa teman yang ia dekati adalah keluarganya.
  2. Sebaiknya mahasiswa yang berasal dari luar kota Bandung harus mempunyai prinsip dan memegang teguh prinsip tersebut agar tidak terjerumus ke pergaulan negatif.Dan jangan lupa meminta do’a kepada orang tua.

 

Daftar Pustaka

Yusuf,Syamsu. 2008. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung:PT.Remaja Rosdakarya Offset.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: