EMOSI Nama : Fitriani Br Sinurat Nim : 0900753 Kelas : PPB A

 

Sebagian orang mungkin bertanya, dari mana emosi itu muncul? Apakah dari pikiran atau tubuh? Mungkin tak seorang pun bisa menjawab dengan pasti. Bisa saja orang menjawab dengan emosi dulu (pikiran), ada juga yang menjawab tindakan dulu (tubuh). Mana yang muncul lebih dahulu tidaklah mungkin untuk dipermasalahkan. Pada umumnya tindakan dan emosi sangat berkaitan. Keduanya tidak dapat di pisahkan, karena keduanya merupakan bagian dari keseluruhan.

Pada dasarnya emosi akan menjadi samakin kuat bila diberi ekspresi fisik. Misalnya saja, bila seorang marah lantas seorang tersebut mengepalkan tangannya, memaki-maki dan malah membentak-bentak. Apa yang dilakukan seorang tersebut tidak mengurangi amarahnya, melainkan amarahnya tersebut semakin membara seperti api. Namun,sebaliknya bila seorang tersebut menghadapinya dengan santai, dan berupaya mengendorkan otot-ototnya yang tegang, maka kemarahannya akan reda. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bantuan emosional tidak akan timbul, apabila dalam keadaan sepenuhnya santai.

Pada dasarnya setiap orang memiliki emosi. Setiap harinya kita akan mengalami macam-macam pengalaman yang menimbulkan berbagai emosi pula. Misalnya pada saat sarapan pagi bersama keluarga hal ini akan membuat kita gembira.Sebaliknya pada saat kita menuju kantor, atau ke kampus kita merasa jengkel karena mungkin jalanan macet, sehingga setelah tiba di tempat tujuan, kita merasa malu karena datang terlambat.Semua emosi pada dasarnya melibatkan berbagai perubahan tubuh yang tampak dan tersembunyi, baik yang dapat

1

diketahui atau tidak, seperti perubahan dalam pencernaan, denyut jantung,tekanan darah,jumlah hemoglobin, sekresi adrenalin,jumlah dan jenis hemoglobin,malu,sesak nafas, gemetar,pucat,pingsan, menangis, dan rasa mual.

Emosi merupakan sebuah reaksi diri sendiri, orang lain juga lingkungan hidup kita. Reaksi tersebut sadar atau tidak mempunyai efek apakah itu negatif ataukah positif atau apaka itu membangun atau merusak. Dapat dikatakan sebenarnya bukan Cuma sebagai reaksi terhadap keadaan pada diri maupun di luar diri kita, tetapi juga merupakan upaya untuk mencapai ke arah pertumbuhan pembentukan diri menuju hidup yang spiritual.Secara umum emosi dapat dibagikan atas dua macam, yaitu:Emosi dasar positif: adalah perasaan berupa sukacita, percaya, pengharapan, syukur, berbela rasa, mau mengerti dan menerima.Emosi dasar negatif: adalah perasaan berupa dengki, dendam, iri, kejam, menolak, dan tak mau mengerti.

Emosi Dalam Diri Sendiri

Emosi dalam diri setiap orang pasti ada, terkadang kita tidak dapat mengendalikannya baik itu emosi saat bahagia, dan saat amarah kita yang tak terkendali. Misalnya ketika teman kita berbicara yang kurang sopan kepada kita maka secara gerak yang cepat dan secara spontanitas kita langsung berbicara kepadanya karena kita geram dengan kata-kata yang diucapkannya, bisa saja dengan tangan yang dikepal,atau dengan tatapan mata yang tajam.Cara mengendalikannya dengan berbicara baik-baik kepadanya, tidak melawannya dengan kekerasan.

PENGERTIAN EMOSI

Menurut William James (dalam wedge, 1995) Emosi adalah “kecenderungan untuk memiliki perasaan yang khas bila berhadapan dengan objek tertentu dalam lingkungannya”.

 

2

 

 

Crow & Crow (1962) mengartijkan emosi sebagai “suatu keadaan yang bergejolak pada diri individu yang erfungsi sebagai innerjustment (penyesuaian diri dalam) terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan individu”.

Berkaitan dengan itu,Coleman dan Hummer menyebutkan setidaknya ada empat fungsi emosi:

  1. Pertama,emosi adalah pembangkit enegi (enegizer)
  2. Kedua, emosi adalah pembawa informasi (messenger)
  3. Ketiga, emosi bukan saja pembawa informasi  dalam komunikasi interpersonal
  4. Keempat, emosi juga merupakan sumber informasi tentang kebutuhan kita

Setiap orang memiliki pola emosional masing-masing yang berupa ciri-ciri atau karakteristik dari perilakunya. Ada individu yang menampilkan emosinya secara stabil, yaitu denga kemampuan mengontrol emosinya secara baik dan memiliki suasana hati yang tidak berlebihan,dan sebaliknya ada juga individu yang kurang atau bahkan sama sekali tidak bisa mengontrol emosi, ini biasanya cenderung memiliki perubahan emosi yang sangat cepat dan tidak dapat diduga-duga.

CIRI-CIRI EMOSI

Ciri-ciri emosi:

  1. Lebih subyektif dari pada peristiwa psikologis lainnya seperti pengamatan dan berfikir
  2. Bersifat fluktuatif atau tidak tetap
  3. Banyak bersangkut paut dengan peristiwa pengenalan panca indera dan subyektif

Cara Mengendalikan Emosi

Mengendalikan emosi itu sangat penting. Namun, hal ini didasarkan atas kenyataan bahwa emosi mempunyai kemampuan untuk saling berkomunikasi diri dengan orang lain. Orang–orang di luar yang kita jumpai lebih mudah

3

menanggapi emosi kita dari pada kata-kata kita. Misalkan setelah selesai dari kampus, seorang kita pulang dengan wajah yang terkesan “sangat cemberut dan marah-marah”,maka orang di sekitar kita dengan mudah dapat menanggapinya dengan cara mereka berfikir mereka yang merasa bersalah,merasa tidak nyaman atau yang lainnya. Namun sebaliknya apabila kita tampak riang dan gembira maka orang disekitar kita juga merasa nyaman dan bahagia. Denga demikian emosi kita dapat mempengaruhi orang sekitar kita.

Sehubungan dengan hal tersebut ada beberapa peraturan untuk mengendalikan emosi:

  1. Hadapilah emosi tersebut
  2. Jika mungkin,tafsirkan kembali situasinya
  3. Kembangkan rasa humor dan realistis
  4. Atasi secara langsung problem-problem yang menjadi sumber emosi

Emosi memang mempunyai daya gerak besar. Namun kita dapat mengarahkan dan mengaturnya sedemikian rupa sehingga emosi tersebut menggerakkan kita ke arah hidup yang efisien.

PENUTUP

Dari semua uraian didepan dapat disimpulkan bahwa emosi dan tindakan sangat berkaitan. Setiap emosi individu ada dalam hal negatif dan hal positif,dengan demikian mengendalikan emosi dengan cara yang berbeda-beda. Emosi itu timbul karena pengaruh perubahan jasmani atau kegiatan individu.

Perasaan ialah gejala yang lebih dekat pada diri manusia dari pada penghayatan atau pengamatan. Meraba ialah pengamatan dekat dengan badan,sedangkan merasa adalah suatu hal yang sering berhubungan dengan jasmaniah. Keadaan emosional atau gabungan perasaan yang menyatakan bentuk tertinggi dari kedewasaan emosional,keadaan seperti ini sering disebut

4

kompasis,karena kompasis mendalami sedalam-dalamnya segenap sumber perasaan pada seseorang. Perasaan berhubungan dengan emosi seseorang.          

REFRENSI

Sobur Alex.2003.Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah.Bandung: Pustaka Setia

Yusuf Syamsu.Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.2000.Bandung: Rosda Karya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: