BUDAYA TAWURAN ANTAR PELAJAR NURUL FAHMI MAHASISWA JURUSAN PPB A (0901577)

 

Sekarang tawuran tidak dilakukan oleh para preman yang terlibat konflik melainkan sekarang dilakukan oleh pelajar yang sudah membudaya dan turun temurun, tawuran antar pelajar biasanya diakukan oleh siswa-siswa yang kurang akan rasa tanggung jawab, mereka bergerak secara bergerombolan atau gank, yang bertujuan untuk memper erat solidaritas antara mereka, tapi solidaritas itu dalam hal yang tidak baik, mereka bergerombol nongkrong diluar sekolah disaat jam sekolah (bolos), mereka tidak bertanggng jawab dengan statusnya sebagai pelajar yang kewajibannya menuntun ilmu di sekolah.

Bukannya memenuhi kewajibannya ke sekolah tapi mereka malah melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat seperti merokok, maen play station dsb.

Diantara mereka awalya hanya berawal dari ikut-ikutan atau diajak temannya, kemudian timbul malas dan akhirnya sering membolos, semua kegiatan diluar sekolah yang tidak sepantasnya dilakukan oleh pelajar sudah biasanya merek lakukukan, kemudian timbul rasa bosen yang berlanjut mencari kegiatan yang lebih menentang dan menjurus bahaya, tawuran lah yang sekarang mereka perani.

(1)

(2)

ISI

Faktor Penyebab

Salah satu terjadi tawuran diantaranya berawal dari tragedi pemalakan,  senggolan, yang kemudian salah satu dari mereka ada yang tidak terima (merasa dia paling kuat), salah paham, saling mengejek antar siswa sekolah yang berbeda, tawuran itu warisan dari tingkat di atas mereka, setelah itu terjadilah permusuhan, kemudian bergejolaklah amarah yang saling membara rasa ingin menjaga identitas sekolah mereka, berlanjut kemudian hari terjadilah sebuah perkelahian masal antar pelajar (tawuran).

Tawuran bisa terjadi karena kurangnya siswa dengan tanggung jawab mereka sebagai penerus bangsa, kurangnya kesadaran akan pendidikan, kurangnya pengawasan pihak sekolah dan perhatian orang tua, emosi sisw yang masih labil, dan kurangnya mutu iman mereka.

Kegiatan tersebut sangatlah berbahaya dan merugikan, bukan saja buat dirinya sendiri, tetapi buat masyarakat sekitar dan terlebih orang tuanya.

Menurut Shaw dan Constanzo, ruang lingkup studi psikologi sosial salah satunya adalah pengaruh sosial terhadap proses individual (Sartono, 2002). Yang termasuk dalam golongan ini adalah bagaimana kehadiran orang lain, keberadaan seseorang dalam kelompok tertentu atau norma-norma yang berlaku dalam suatu masyarakat mempengaruhi persepsi, motivasi, proses belajar, sikap (attitude), atau sifat (atribusi) seseorang. Terjadinya kerusuhan antar suporter yang sebagian besar merupakan remaja dan perkelahian antar pelajar di kota-kota besar seperti Jakarta belum tentu karena niat atau motif pribadi tetapi lebih pada pengaruh kelompok (sosial).

 

Akibat

akibat tawuran tersebut ada siswa yang badannya  tersabet samurai, terkena lemparan batu, bahkan ada juga yang sampai meninggal. Kemudian datanglah aparat kepolisian yang menertibkan kondisi yang merugikan smua pihak tersebut, peserta tawuranpun berlarian

 

 

(3)

 

menyelamatkan diri supaya tidak tertangkap aparat, biarpun begitu ada juga yang tertangkap (nasibnya kurang beruntung), mereka yang tertangkap dibawa ke kantor polisi mereka disana diberi pengarahan, dikembalikan ke sekolahnya dan ada juga yang sampai di sel karena dianggap sebagai biangnya keributan.

Solusi

Dalam kasus ini guru BK yang harus berpran aktif dalam membenahi moral dan akhlak siswa, diberi penyuluhan agama, dan mengembangkan pola pikirnya kearah yang positip, supaya tawuran antar pelajar itu bisa dibenahi.

Untuk mengatasi masalah tawuran antar pelajar, menurut Kartini Kartono. Dia menyebutkan bahwa untuk mengatasi tawuran antar pelajar atau kenakalan remaja pada umumnya adalah:

a. Banyak mawas diri, melihat kelemahan dan kekurangan sendiri, dan melakukan koreksi terhadap kekeliruan yang sifatnya tidak mendidik dan tidak menuntun

b. Memberi kesempatan kepada remaja untuk beremansipasi dengan cara yang baik dan sehat

c. Memberikan bentuk kegiatan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan remaja zaman sekarang serta kaitannya dengan pengembangan bakat dan potensi remaja.
Teori yang kedua adalah dari Dryfoos, dia menyebutkan untuk mengatasi tawuran pelajar atau kenakalan remaja pada umumnya harus diadakan program yang meliputi unsur-unsur berikut :

a. Program harus lebih luas cakupannya daripada hanya sekedar berfokus pada kenakalan.

b. Program harus memiliki komponen-komponen ganda, karena tidak ada satu pun komponen yang berdiri sendiri sebagai peluru ajaib yang dapat memerangi kenakalan.

c. Program harus sudah dimulai sejak awal masa perkembangan anak untuk mencegah masalah belajar dan berperilaku

d. Sekolah memainkan peranan penting

e. Upaya-upaya harus diarahkan pada institusional daripada pada perubahan individual, yang menjadi titik berat adalah meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak yang kurang beruntung

(4)

 

f. Memberi perhatian kepada individu secara intensif dan merancang program unik bagi setiap anak merupakan faktor yang penting dalam menangani anak-anak yang berisiko tinggi untuk menjadi nakal

Manfaat yang didapatkan dari suatu program sering kali hilang saat program tersebut dihentikan, oleh karenanya perlu dikembangkan program yang sifatnya berkesinambungan.

 

 

Maraknya tingkah laku negatif akhir-akhir ini yang dilakukan kelompok pelajar merupakan sebuah hal yang menjurus bahaya. Perkelahian antar pelajar yang pada umumnya masih remaja sangat merugikan dan perlu upaya untuk mencari jalan keluar dari masalah ini atau setidaknya mengurangi dan guru BK harus ikut berperan dalam masalah ini . Perkembangan globalisasi mempunyai korelasi yang erat dengan meningkatnya perilaku negatif yang dilakukan oleh pelajar

Referensi

Santoso, U. 2008. ”Kiat-kiat Penulisan Artikel Ilmiah”. [online]. Tersedia: http://uripsantoso.wordpress.com [27 Oktober 2009]

Rukiyah, H. 2009. ”Tawuran Antar Pelajar”. [online]. Tersedia: http://hadirukiyah.blogspot.com [27 Oktober 2009]

Bayu, N. 2008. ”Fenomena Tawuran Antar Pelajar”. [online]. Tersedia: http://www.scribd.com [27 Oktober 2009]

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: