BUDAYA KATROL NILAI ARI MELASARI MAHASISWA JURUSAN PPB A ( 0901134 )

Katrol nilai dalam dunia pendidikan saat ini bukan lagi hal yang aneh dan sudah lumrah dilakukan.Namun kebanyakan dari mereka beralasan bahwa mereka melakukan ini semua karena kemampuan siswa yang di katrol nilainya ini tidak mampu mengejar ketingggalan  teman – temannya yang lain yang pada saat itu sudah bisa melebihi standar kompetensi.

Disamping itu juga mereka beralasan bahwa yang mereka lakukan ini bisa dipertangggung jawabkan oleh mereka sendiri maupun oleh para siswa yang bersangkutan.Padahal,banyak dari para siswa yang sudah di katrol nilainya menjadi anak yang cenderung lebih malas dari sebelumnya.Dengan harapan bahwa nantinya merekapun akan dibantu nilainya oleh para guru agar bisa mencapai standar kompetensi yang diharapkan.Ironis bukan?Sunggguh pemandangan yang menyedihkan.

 

 

1

2

Faktor  Penyebab

Salah satu penyebab munculnya budaya katrol nilai adalah system atau standar yang telah ditetapkan itu tidak sesuai dengan kemampuan atau keadaan para siswa saat itu.Hal itu menyebabkan para pengajar juga harus bersikeras dan berusaha semampu mungkin agar para peserta didiknya bisa atau mampu melewati ataupun bahkan melebihi standar kompetensi yang telah ditetapkan bagaimanapun caranya.Yang salah satu penyelesaiannya adalah katrol nilai ini.

Katrol nilai juga bisa terjadi karena peserta didik yang mendapat pengkatrolan nilai ini sudah benar – benar tidak mampu untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan.Walaupun gurunya sudah membimbing dia sesabar mungkin dan selama mungkin,tapi siswa itu tetap tidak mampu.Sehinggga katrol nilai ini mejadi jalan terakhir yang harus ditempuh.

Menurut Howard Gardner, kecerdasan manusia tidak hanya berupa kecerdasan linguistik dan matematis logis seperti yang telah diakui secara luas. Tetapi masih ada lagi kecerdasan yang lain seperti kecerdasan musikal, kecerdasan spasial dan visual, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal serta kecerdasan naturalis. Perbedaan tipe kecerdasan antara orang perorang akan mempengaruhi gaya belajar, gaya bekerja dan karakter mereka(Frames of  mind : 165, 2001)

Perbedaan gaya belajar,karakter dan gaya bekerja mereka juga mempengaruhi nilai yang akan didapat oleh para siswa.

 

 

3

Akibat

Banyak akibat yang ditimbulkan dari budaya katrol nilai ini.Beberapa diantaranya adalah mematikan kecerdasan dan motivasi siswa.Siswa yang mendapat nilai besar,padahal dia tahu bahwa itu bukan nilai yang murni dia dapatkan,kan cenderung meremahkan guru.Begitupun siswa lain yang merasa kalau nilai temannya itu tidak sebanding dengan usaha yang dilakukan, juga akan meremahkan guru tersebut.

Perubahan paradigma pendidikan yang terjadi saat ini juga mengakibatkan budaya katrol nilai ini bisa terjadi.Paradigma yang terjadi adalah bahwa pendidikan saat ini lebih mangutamakan hasil akhir dariupada proses yang telah dilalui.

Hal ini juga membuat mental para siswa mwnjadi rapuh karena mereka terlalu bergantung kepada orang lain.Orang yang dimaksudkan adalah para guru ini.Mereka terlalu menggantungkan harapan kepada guru supaya para guru itu mau menambahkan nilai mereka kalau – kalau nantinya mereka tidak bisa melampaui standar yang telah ditetapkan.

 

 

 

4

Solusi

Dalam hal ini,Guru BK harus berperan aktif dalam upaya menghilangkan sedikit demi sedikit budaya katrol nilai yang telah menjamur saat ini.Walaupun tidak bisa dihapuskan seluruhnya,setidaknya kita sebagai guru BK ini bisa mengurangi budaya ini,lebih bagus lagi kalau sampai bisa menghilangkan atau menghapuskan budaya ini.Walaupun hal ini tidak mungkin bisa terjadi dalam waktu yang singkat,apa salahnya kita berusaha bukan?.

Katrol nilai itu boleh saja dilakukan jika hal ini sudah benar – benar menjadi jalan terakhir yang harus ditempuh setelah  melewati semua cara  yang telah dilakukan dan memakan waktu yang lama untuk mencapai standar yang ditetapkan.Maka katrol nilai ini bisa saja dilakukan.Asalkan,hal ini bia dipertanggung jawabkan nanti pada akhirnya.Karena jika tidak bisa dipertangggung jawabkan,maka hal ini sama saja dengan kita sebagai guru telah membodohi para siswanya dan juga membelengggu kreatifitas para siswanya.

Referensi

Wurianto,eko.2007.”Budaya Katrol Nilai’.[online].Tersedia:

http://re-searchengines.com/1107eko1.html [23 November 2007]

 

Santoso,U.2008.”Kiat – kiat Penulisan Artikel Ilmiah’.[online].Tersedia:

http://uripsantoso.wordpress.com [27 oktober 2009]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: