PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN Wangi Citrawargi 0901253 Jurusan PPB Kelas A

Pendahuluan
Kepribadian merupakan sifat khas dari seseorang. Kepribadian dapat ditentukan dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan yang baik akan memberi pengaruh yang baik pula untuk pembentukan kepribadian seseorang, dan lingkungan yang buruk dapat membuat kepribadian seseorang menjadi tidak baik.
Pengertian Kepribadian
Pengertian kepribadian menurut beberapa ahli:
a. Kepribadian adalah “kualitas perilaku individu yang tampak dalam melakukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan secara unik” (Makmun, 1996).
b. Kepribadian sebagai “a social stimus value” (MAY). Jadi menurutnya cara orang lain mereaksi, itulah kepribadian individu. Dalam kata lain, pendapat orang lain-lah yang menentukan kepribadian individu itu.
c. “Personality is dynamic organization within the individual of those psychophysical system, than determines his unique adjustment this environment” (Allport). (Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai system psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan).
d. Kepribadian adalah “tingkatan sifat-sifat dimana biasanya sifat yang tinggi tingkatannya mempunyai pengaruh yang menentukan” (Dougal).
Kepribadian merupakan suatu tingkah laku seseorang dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungan yang nantinya akan menjadi suatu ciri khas atau karakteristik dari orang itu sendiri.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepribadian
Kepribadian dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik hereditas (pembawaan) maupun lingkungan (fisik, sosial, kebudayaan, dan spiritual).
a. Fisik. Faktor yang mempengaruhinya adalah postur tubuh, kecantikan, kesehatan, keutuhan tubuh, dan keberfungsian organ tubuh.
b. Inteligensi. Tingkat inteligensi individu dapat mempengaruhi perkembangan kepribadiannya. Individu yang inteligensinya tinggi atau normal bisa mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya secara wajar, sedangkan yang rendah biasanya sering mengalami hambatan atau kendala dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
c. Keluarga. Suasana keluarga sangat penting bagi perkembangan kepribadian. Seseorang yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang harmonis dan agamis dalam arti, orang tua memberikan curahan kasih sayang, perhatian serta bimbingan dalam kehidupan berkeluarga, maka perkembangan kepribadiannya cenderung positif. Adapun seseorang yang dikembangkan dalam lingkungan keluarga yang broken home, kurang harmonis, orang tua bersikap keras terhadap anak atau tidak memperhatikan nilai-nilai agama dalam keluarga, maka perkembangan kepribadiannya cenderung akan mengalami distoris ataumengalami kelainan dalam penyesuaian dirinya (maladjustment).
d. Teman sebaya. Setelah masuk sekolah, anak mulai bergaul dengan teman sebayanyadan menjadi anggota dari kelompoknya. Pada saat inilah dia mulai mengalihkan perhatiannya untuk mengembangkan sifat-sifat atau peilaku yang cocok atau dikagumi oleh teman-temannya, walaupun mungkin tidak sesuai dengan harapan orang tuanya.
e. Kebudayaan. Setiap kelompok masyarakat memiliki tradisi, adat, atau kebudayaan yang khas. Tradisi atau kebudayaan suatu masyarakat memberikan pengaruh terhadap kepribadian setiap anggotanya, baik yang menyangkut cara berfikir, bersikap atau cara berperilaku. Pengaruh kebudayaan terhadap kepribadian itu, dapat dilihat dari adanya perbedaan antara masyarakat modern yang budayanya relative maju (khususnya IPTEK), dengan masyarakat primitive yang budayanya relatif masih sederhana seperti dalam cara makan, berpakaian, dan cara memandang waktu.
Perubahan Kepribadian
Meskipun kepribadian seseorang itu relative konstan, namun dalam kenyataan sering ditemukan bahwa perubahan kepribadian itu dapat dan mungkin terjadi. Perubahan itu terjadi pada umumnya lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan dari pada faktor fisik. Disamping itu, perubahan ini lebih sering dialami oleh anak dari pada orang dewasa.
Fenton (Hurlock, 1956) mengklasifikasikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kepribadian kedalan tiga kategori, yaitu:
a. Faktor organik, seperti: makanan, obat, infeksi, dan gangguan organik.
b. Faktor lingkungan sosial budaya, seperti: pendidikan, rekreasi, dan partisipasi sosial.
c. Faktor dari dalam individu itu sendiri, seperti: tekanan emosional, identifikasi terhadap orang lain, dan imitasi.
Karakteristik Kepribadian
Dalam upaya memenuhi kebutuhan atau memecahkan masalah yang dihadapi, ternyata tidak semua individu mampu menghadapinya secara wajar, normal atau sehat (well adjustment); diantaranya mereka banyak juga yang mengalami tidak sehat (maladjustment).
(Hurlock, 1986) mengemukakan bahwa penyesuaian yang sehat atau kepribadian yang sehat ditandai dengan karakteristik sebagai berikut:
a. mampu menilai diri sendiri secara realistik
b. mampu menilai situasi secara realistik
c. mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik
d. menerima tanggung jawab
e. kemandirian
f. dapat mengontrol emosi
g. berorientasi tujuan
h. berorientasi keluar
i. penerimaan sosial
j. memiliki filsafat hidup
k. berbahagia
Adapun kepribadian yang tidak sehat itu ditandai dengan karakteristik seperti berikut:
a. mudah marah (tersinggung)
b. menunjukan kekhawatiran dan kecemasan
c. sering merasa tertekan (stess atau depresi)
d. bersikap kejam dan senang mengganggu orang lain usianya lebih muda atau terhadap binatang
e. ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah diperingati atau dihukum
f. mempunyai kebiasaan berbohong
g. hiperaktif
h. bersikap memusuhi semua bentuk otoritas
i. senang mengkritik/mencemooh orang lain
j. sulit tidur
k. kurang memiliki rasa tanggung jawab
l. sering mengalami pusing kepala (meskipun penyebabnya bukan bersifat organis)
m. kurang memiliki kesadaran untuk menaati ajaran agama
n. bersikap pesimis dalam menghadapi kehidupan
o. kurang bergairah dalam menghadapi kehidupan

Penutup
Kepribadian merupakan suatu tingkah laku seseorang dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungan yang nantinya akan menjadi suatu ciri khas atau karakteristik dari orang itu sendiri.
Kelainan tingkah laku yang tidak sehat berpengaruh apabila anak hidup dalam lingkungan yang tidak kondusif dalam perkembangannya. Seperti lingkungan keluarga yang tidak berfungsi yang bercirikan: “broken home”, hubungan antar anggota keluarga kurang harmonis, kurang memperhatikan nilai-nilai agamadan orang tua bersikap keras atau kurang memberikan curahan kasih sayang kepada anak.
Oleh karena kelainan kepribadian itu berkembang pada umumnya disebabkan oleh faktor lingkungan yang kurang baik, maka sebagai upaya pencegahan, seyogianya pihak keluarga (orang tua), sekolah (guru dan staf sekolah lainnya) dan pemerintah perlu senantiasa bekerja sama untuk menciptakan suasana lingkungan yang memfasilitasi atau member kemudahan kepada anak untuk mengembangkan potensi atau tugas-tugas perkembangan secara optimal.

Daftar Isi
Syamsu Yusuf LN. 2001. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Syamsu Yusuf LN. 2003. Pengantar Psikologi. Bandung: jurusan PPB FIP UPI Bandung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: