Perkembangan Emosi pada Remaja Sakinah Melissa 0900602

Pendahuluan
Dewasa ini banyak remaja paruh baya (kira-kira usia 13-20 tahun) yang tingkat emosionalnya sangat labil. Biasanya hal ini dipengaruhi oleh berbagai factor, baik factor internal maupun factor eksternal. Umumnya tingkat kelabilan emosi remaja dipengaruhi oleh factor internal(dari dalam dirinya sendiri). Karena biasanya saat ini remaja sedang giat mencari jati dirinya seperti siapakah saya?apa yang ingin saya lakukan? apa yang saya mau?. Seperti itulah gambaran umum remaja paruh baya saat ini. Remaja yang sedang mengalami masa pubertas. Masa remaja sedang merasakan sebuah kebebasan seutuhnya menjadi remaja tanpa kekangan orang tua.
Oleh karena itu untuk orang tua diharapkan pengertiannya jika memiliki remaja putra maupun putri. Karena kebanyakan dari mereka sudah mulai sulit di atur dan selalu ingin dimengerti. Sebagai orang tua yang bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan sang anak seperti perkembangan social, perkembangan fisik maupun perkembangan emosionalnya diharapkan mampu untuk mengerti akan kebutuhan remaja terlebih kebutuhan emosinya. Karena jika salah sedikit bisa fatal akibatnya. Seyogianya orang tua bisa menempatkan diri sebagai kawan untuk sekedar bertukar pikiran dengan sang anak ,karena disinilah fungsi sebagai orang tua berperan penuh .Orang tua diharapkan mampu membantu remaja dan bisa menempatkan diri secara wajar. Karena jika emosi remaja sudah meledak akan sulit untuk dikendalikan atau mungkin remaja tersebut akan melakukan perlawanan sekalipun itu sama orang tua sendiri. Oleh karena itu, untuk memahami remaja , orang tua perlu mengetahui apa yang remaja lakukan, inginkan dan pikirkan.

Pengertian Emosi

Perilaku remaja pada umumnya diwarnai oleh berbagai perasaan-perasaan tertentu seperti senang atau tidak senang , suka atau tidak suka ,Perilaku tersebut selalu menyertai dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih ketika remaja selalu mengalami gejolak perubahan emosi dan perasaan yang labil dikehidupannya.
Sebenarnya emosi dan perasaan adalah dua konsep yang berbeda,tetapi perbedaan keduanya tidak dapat dinyatakan secara tegas. Emosi dan perasaan merupakan gejala emosional yang secara kualitatif berkelanjutan,tetapi tidak jelas batasnya. Oleh karena itu, emosi dan perasaan tidak mudah untuk dibedakan.
Ada beberapa pengertian emosi menurut beberapa ahli yaitu:
1. William James dalam Wedge (1995) emosi adalah “Kecenderungan untuk memiliki perasaan yang khas bila berhadapan dengan objek tertentu dalam lingkungannya”.
2. Chaplin (1989) dalam Dictionary of Psychology mendefinisikan emosi sebagai “Suatu keadaan yang terangsang dari organisme mencakup perubahan-perubahan yang disadari, yang mendalam sifatnya dari perubahan perilaku “.
3. Crow & Crow mengartikan emosi sebagai “Suatu keadaan yang bergejolak pada diri individu yang berfungsi sebagai inner adjustment (penyesuaian dari dalam) terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan kematangan individu “.

Jadi emosi adalah sebuah perasaan yang muncul dari dalam diri remaja yang dapat mempengaruhi tingkah laku maupun kepribadian remaja tersebut dan biasanya emosi renaja mulai terlihat pada masa pertumbuhan.

Karkteristik Perkembangan Emosi Remaja

Masa remaja memang sering kali disebut sebagai periode badai dan tekanan , suatu masa dimana terjadi ketegangan emosi meninggi sebagai akibat perubahan fisik dan kelenjar. Tidak semua remaja mengalami badai dan tekanan. Sebagian memang mengalami ketidakstabilan emosi sebagai dampak dari penyesuaian diri terhadap pola perilaku dan lingkungan social baru.

Pola emosi saat remaja sama dengan pola emosi saat masa kanak-kanak. Adapun jenis-jenis emosi yang sering dialami remaja yaitu cinta , kasih sayang , takut dan cemas , gembira , amarah , dsb.
Berikut akan diuraikan beberapa kondisi emosional pada reamaja seperti cinta/kasih sayang, amarah dan perasaan gembira .
1.Cinta/Kasih Sayang
Ciri yang paling menonjol dalam kehidupan remaja adalah adanya perasaan untuk mencintai dan dicintai orang lain. Kebutuhan untuk memberi dan menerima cinta menjadi sangat penting walaupun kebutuhan-kebutuhan terhadap perasaan itu disembunyikan secara rapi. Adapun sikap yang akan ditunjukan remaja apabila ia merasa kurang akan cinta/kasih orang tua atau orang dewasa, seperti remaja akan bersikap nakal , radikal , dan menunjukkan sikap bermusuhan. Oleh karena itu orang tua diharapkan untuk memberikan perhatian dan kasih sayang kepada mereka dengan sebaik-baiknya.

2.Amarah
Pada umumnya,luapan kemarahan lebih sering terlihat pada masa kanak-kanak dibandingkan rasa takut. Karena pada masa kanak-kanak kemarahan bisa ditimbulkan oleh berbagaisebab, seperti keinginan anak tidak dipenuhi , dsb. Rasa marah juga penting dalam kehidupan karena dapat meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri remaja. Namun rasa marah juga akan berlanjut pada masa remaja apabila keinginan,harapan,dan rencananya tidak dapat terpenuhi.

3.Perasaan Gembira
Pada umumnya orang dapat mengingat kembali pengalaman-pengalaman masa lalunya yang menyenagkan terlebih bagi remaja . Remaja akan merasa gembira jika ia diterima sebagai seorang sahabat atau ketika cintanya diterima oleh orang yang dicintainya.Perasaan inilah yang membuat remaja semangat dalam menjalani kehidupannya.
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Emosi
Perkembangan emosi remaja pada umumnya tampak jelas pada perubahan tingkah lakunya. Kualitas atau fluktuasi gejala yang tampak pada perubahan tingkah laku itu sangat tergantung pada tingkat fluktuasi emosi remaja. Karena dalam kehidupan sehari-hari tingkah laku seperti emosional, rasa takut, agresif dsb sangat terlihat jelas pada diri remaj . Selain itu ada beberapa factor yang mempengaruhi perkembangan emosi remaja , yaitu :
a.Perubahan Jasmani
Perubahan jasmani ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan yang sangat cepat dari anggota tubuh. Pada tahap permulaan pertumbuhan hanya terjadi pada bagian-bagian tertentu yang menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan postur tubuh remaja hal ini berpengaruh pada perkembangan emosi remaja karena tidak semua remaja dapat menerima perubahan akan postur tubuhnya sendiri.

b.Perubahan Pola Interaksi dengan Orang Tua
Pola asuh orang tua terhadap remaja sangat bervariasi. Ada yang bersifat otoriter, memanjakan, acuh tak acuh , dsb. Perlakuan seperti inilah yang menyebabkan emosi remaja sering mengalami fluktuasi. Terlebih dengan cara pemberian hukuman pada remaja,kalau dulu anak dipukul karena salah, pada masa remaja cara semacam itu justru menimbulkan ketegangan yang lebih berat antara remaja dengan orang tuanya.

c.Perubahan Interaksi dengan Teman Sebaya
Masa remaja memang selalu diartikan sebagai masa paling menyenangkan terlebih saat remaja mampu menjalin interaksi sengan teman sebaya baik itu sejenis maupun dengan lawan jenis Banyak cara yang dilakukan remaja untuk membangun sebuah interaksi dengan teman sebaya misalnya dengan menbentuk sebuah komunitas kecil atau biasa disebut dengan “geng”. Pembentukan kelompok dalam bentuk geng seperti itu biasanya terjadi pada remaja awal saja,hal ini dilakukan supaya remaja dapat lebih mengenal temannya dan dilakukan untuk tujuan yang positif.

d.Perubahan Pandangan Luar
Faktor penting yang dapat mempengaruhi perkembangan emosi remaja selain perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja itu sendiri adalah pandangan terhadap dunia luar. Karena dunia luar sangat berpengaruh pada kehidupan remaja seperti kemajuan IPTEK dengan berkembangnya jaringan komunikasi seperti facebook, handphone, twitter, dsb.

Penutup
Pada hakikatnya emosi dimiliki setiap orang terutama pada remaja . Emosi sangat berpengaruh terhadap perkembangan remaja dibandingkan dengan lainnya. Hal ini dikarenakan tingkat emosionalitas lebih mendominasi dibandingkan perkembangan social,perkembangan fisik dsb. Karena masa remaja adalah masa pencarian jati diri dimana remaja ingin merasakan sebuah kebebasan dan terlepas dari pengawasan orang tua. Tetapi perkembangan emosi ini harus diimbangi dengan perlakuan orang tua terhadap remaja dimana orang tua tidak egois dan orang tua harus mengerti akan kebutuhan remaja. Karena jika emosi remaja tak bisa dikendalikan akan fatal akibatnya terlebih bagi perkembangan yang lain atau bahkan akan menjerumuskan remaja kearah yang negative.

Referensi :

Ali, Mohammad dan Mohammad Asrori. 2005. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : Bumi Aksara.

Fatimah, Enung. 2006. Psikologi Perkembangan(Perkembangan Peserta Didik) .Bandung : Pustaka Setia.

Sobur, Alex. 2009. Psikologi Umum. Bandung : Pustaka Setia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: