KRISIS PERCAYA DIRI PADA REMAJA Deri Meigawati 0901015

PENDAHULUAN
Krisis Percaya diri Remaja merupakan sebuah perasaan dimana Remaja merasakan ada sesuatu yang kurang sehingga membuat remaja itu merasa bahwa tidak pantas ada dalam lingkungan masyarakat. Masyarakat disini mencakup kalangan anak anak,remaja, dan dewasa,karena krisis percaya diri bisa menimpa siapa saja.
Dalam kehidupan sehari hari,mungkin sebagian remaja pernah berfikir apakah keberada remaja tersebut mempunyai peran dimasyarakat? Atau,remaja pernah meragukan kemampuan diri sendiri, Itu semua dikarenakan kepercayaan diri mulai turun,sehingga menimbulkan pemikiran yang meragukan diri sendiri.
Biasanya krisis percaya diri banyak melanda remaja ,karena remaja dan memiliki kehidupan yang jauh lebih menantang dan juga memerlukan kepercayaan diri dalam menghadapi segala aktifitas,misalnya dalam menempuh pendidikan dan juga pekerjaan. Banyak hal yang menuntut mereka untuk memperlihatkan jati diri mereka sebagai seorang yang memiliki kepribadian yang meyakinkan. Tanpa didasari dengan percaya diri maka seseorang tidak akan pernah bisa meraih kesuksesan,dalam fikirannya hanya keraguan dan ketidak percayaan terhadap dirisediri. Hal tersebut yang akan menghambat seseorang meraih kesuksesan . Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan rasa percaya diri yang hilang,salahsatunya adalah dengan membentuk karakteristik diri sendiri

PEMBENTUKAN GAMBARAN DIRI
A.Membentuk gambaran diri memang merupakan hal yang sulit dilakukan bagi sebagian remaja. butuh waktu yang tidak sedikit untuk membentuknya. Banyak remaja yang menginginkan diri mereka bisa sempurna,sehingga remaja bisa melakukan apa saja yang bisa membuat mereka terlihat nyaris sempurna. Gmbaran diri remaja biasanya terbentuk dari prilaku sehari hari,misalnya dari bentuk fisik remaja,misalnya selalu memakai kemeja,sepatu, saat pergi ke kampus,kemudian rambut yang selalu disisir dengan rapih, itu menandakan bahwa remaja yang berpenampilan seperti itu merupakan sosok yang memiliki kepribadian yang rapih sehingga membuat remaja tersebut lebih percaya diri. Atau bisa dilihat dari ucapan dan tingkah laku,semua serba diatur. Hubungannya dengan percaya diri adalah, setiap kepercayaan diri yang dimiliki remaja itu tidak bisa dinilai hanya dari cara berpenampilan atau cara remaja tersebut berbicara dan bertingkah laku.

Sugeng Dwi Susanto dalam bukunya yang berjudul Pede Abis,Siapa Takut, menyatakan “Nikmatilah segala sesuatu yang menghalangi hidupmu ,dan cobalah menghadapi itu semua dengan rasa percaya diri,karena dengan percaya dirilah kesuksesan akan menghampirimu.”

Jadi seberapa berat rintangan yang menghadang dalam hidup ini, bisa dihadapi dengan baik asalkan memiliki rasa percaya diri. Dengan Percaya diri ,hal hal positif bisa dilakukan .
Ada beberapa faktor yang menyebabkan kaum remaja mengalami krisis percaya diri
Sugeng Dwi Susanto dalam bukunya yang berjudul Pede Abis,Siapa Takut,mengatakan”sadarilah bahwa faktor lingkungan sekolah,rumah,maupun lingkungan yang lain telah membentuk pola fikir seseorang”

Ternyata lingkungan juga mempengaruhi remaja dalam bersikap dan memelihara kepercayaan diri mereka. Karena setiap remaja menghabiskan hidup mereka dengan bersosialisasi.,dan lingkungan sekolah,rumah merupakan tempat sosialisasi tersebut berlangsung. Apabila remaja tidak bisa memenuhi tuntutan lingkungan,maka yang akan terjadi adalah ketidak percayaan pada diri mereka. Merasa bahwa dirinya sendiri tidak mampu.
Faktor yang kedua yang menyebabkan remaja mengalami krisis percaya diri adalah “keinginan yang tidak mendapatkan respon dari orang lain”
Faktor yang satu ini tegantung pada penilaian seseorang terhadap keberadaan remaja tersebut. Dalam menberikan suatu saran atau masukan memudian tidak dianggap,yang harus dilakukan bukan menyesali karena telah melakukan hal yang tidak penting dan kemudian jadi enggan untuk memberikan masukan atan kritikan,yang harus difikirkan adalah masih banyak cara yang lebih bisa diterima banyak orang. Kembangkan cara bergaul supaya bisa memahami sikap orang lain,bagaimana cara menyampaikan pendapat. Anggaplah bahwa sikap tersebut memberikan manfaat dikemudian hari.
Faktor yang ketiga adalah “keadaan fisik yang berbeda”
Bentuk fisik juga bisa mempengaruhi kepercayaan diri para remaja. Biasanya keadaan seperti itu akan muncul pada saat kekurangan dalam fisik remaja tersebut dijadikan bahan pembicaraan orang lain. Masalah kurang cantik pada remaja wanita bisa dijadikan faktor kurang percaya diri,apalagi dalah hal mencari pasangan. Hal yang harus dilakukan adalah
“Galilah kemampuan kemampuan yang dimiliki, akan tetapi bila belum mampu mememukan kelebihan tersebut,bukan berarti tidak bisa percaya diri,karena percaya diri memiliki proses ,tidak bisa instan. Dengan keercayaan diri,memudahkan dalam memandang kehidupan”.

Faktor keempat adalah” Status sosial dan ekonomi yang lemah”
Faktor ini banyak berperan dalam mempengarui hilang nya rasa percaya diri para remaja. Keluarga remaja yang berstatus sosial rendah semisal jabatan,pangkat atau golongan rendah,atau tingkat kebangsawanan rendah bisa membuat percaya diri remaja tersebut menjadi rendah. Peran remaja tersebut dalam hal ini sangat menentukan,komunikasi dengan keluarga, memperluas kegiatan yang fositif dan cenderung edukatif akan sangat membantu menumbuhkan rasa percaya diri .

Mengembangkan rasa percaya diri dan memelihara rasa percaya diri tersebut
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memelihara dan mengembangkan rasa percaya diri para remaja. Pertama,kenali diri sendiri. Banyak orang yang ternyata tidak mengenali dirinya sendiri. Mengenali diri sendiri berarti mengetahui kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Apabila ada kekurangan,berusahalah untuk memperbaiki kekurangan tersebut dan kemudian pertahankan kelebihan yang dimiliki. Kembangkan potensi potensi yang dimiliki agar bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Jangan pernah membiarkan potensi potensi yang dimiliki tanpa adanya usaha untuk mengeksplorasikannya.
Kedua adalah “banggalah terhadap diri sendiri”,memuji tidak harus orang lain yang mengungkapkan, memuji diri sendiri memiliki dampak fositif terhadap kepercayaan dalam diri, terutama rasa optimis untuk melakukan hal hal lain terutama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Menghargai suatu prestasi walaupun kecil merupakan tindakan terpuji karena prestasi yang kecil dapat menunjang untuk meraih prestasi prestasi yang jauh lebih baik lagi, dan tentunya dapat meningkatkan kepercayaan diri.
Ketiga adalah”Hormatilah orang lain ” Manusia membutuhkan orang lain dalam hidupnya,karena manusia merupakan mahluk social,tentunya ada aspek kebutuhan terhadap orang lain. Belajarlah untuk menghormati orang lain maka rasa percaya diri merupakan hal yang akan cepat dicapai.
Keempat adalah”Don’t be afraid fail”
Sugeng Dwi Triswanto dalam bukunya yang berjudu”Pede Abis,Siapa Takut” mengatakan bahwa “kegagalan merupakan momok tersendiri bagi mereka yang merasa takut melakukan kesalahan, karena kegagalan merupakan awal dari kesuksesan”

Setiap remaja pasti pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya,yang membedakannya adalah cara setiap remaja tersebut dalam menghadapi setiap kegagalan dalam hidupnya. Setiap remaja yang selalu merasakan ketakutan akan kegagalan dalam hidup pasti tidak akan pernah mencapai kesuksesan karena remaja yang seperti itulah contoh remaja yang tidak punya rasa percaya diri

Kelima adalah “berani mengambil resiko”, meyakinkan diri remaja itu sendiri, bahwa mereka itu mampu merupakan hal mutlak yang patut dimiliki setiap remaja. Berani mengambil resiko bukan berarti tanpa perhitungan,yang harus dilakukan adalah mencegah,menghindari, bahkan mengeleminir resiko tersebut.
Keenam adalah” positif thinking”,yakinkan pada diri sendiri bahwa tidak ada remaja yang sempurna, adakalanya remaja pada suatu kondisi tertentu bisa melakukan kesalahan, dan yang terpenting adalah dengan berfikir positif,langkah akan semakin mantap.
Ketujuh adalah”Bersabar dan bersyukur”,melakukan suatu tindakan yang menghasilkan sesuatu terhadap diri remaja itu sendiri ,sudah sepantasnya wajib bersyukur.
Krisis Percaya diri biasa melanda siapa saja,tidak memandang anak anak,remaja,dewasa bahkan lansia. Tetapi biasanya krisis percaya diri sering menimpa para remaja.Krisis Percaya diri pada remaja biasanya dikarenakan orang tua yang tidak bisa mengerti apa yang diinginkan oleh remaja tersebut,orang tua cenderung memaksakan kehendak pribadi kepada para remaja, sehingga remaja tersebut mengalami tekanan batin. Sehingga kepercayaan Diri mereka pun ikut menghilang. Sudah merupakan kewajiban orang tua untuk memberikan pengarahan terhadap remaja mereka,bahwa remaja harus bisa membuat keputusan sendiri,untuk melakukan pilihan sendiri. Kebebasan inilah yang akan memberikan kesempatan kepada remaja tersebut agar bisa menanggung resiko keputusan sendiri. Memberikan bantuan bantuan dengan petunjuk petunjuk yang terlalu lengkap tidak akan mendukung perkembangan seorang remaja.
KESIMPULAN
Bahwa faktor utama dalam membentuk pola kepribadian para remaja khususnya rasa percaya diri adalah faktor keluarga,pendidikan yang sering melibatkan para remaja dapat melatih rasa percaya diri remaja itu sendiri,faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi pola tingkah laku para remaja. Tetapi dari semua faktor yang mempengaruhi rasa percaya diri setiap remaja,ada faktor dasar yang mempunyai peran utama yaitu keinginan dari diri remaja itu sendiri untuk mengeluarkan rasa percaya diri mereka,dengan selalu yakin bahwa setiap pemikiran yang diutarakan tidak akan mendapatkan respon yang jelek dari mereka yang mendengarkan. Sudah sepantasnya setiap remaja bisa berfikir bahwa rasa percaya diri mereka yang mungkin kurang tidak dijadikan alasan untuk bisa mengeluarkan pendapat.

REFERENSI
Dwi Tiswanto, Sugeng.2005. Pede Abis Siapa Takut.Yogyakarta: Media Abadi.
Yaumila, Dado.2005.Kiat Kiat Membangkitkan Rasa Percaya Diri.Yogyakarta: Media badi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: