Gangguan Makhluk Halus dalam Pandangan Ilmiah Irmayasari Dwinika Mahasiwa PPBKelas A NIM 0900191

Di alam raya dan di planet bumi yang kecil ini dihuni oleh beraneka makhluk hidup yang telah diciptakan oleh Allah SWT yang menghendaki mereka. Telah ribuan tahun bahkan sejak manusia pertama diciptakan,manusia mengenal adanya unsur roh pada setiap makhluk halus yang mempunyai unsur jasmani baik tumbuhan ,hewan apalagi manusia. Roh yang bersemayam didalam unsur jasmani secara umum disebut makhluk hidup. Ternyata manusia pun mengenal adanya roh yang tidak bersemayam didalam jasmani yang dikenal dengan makhluk halus. Dari sisi manapun manusia mempelajari tentang roh hasilnya tidak akan pernah memuaskan,karena kehidupan makhluk halus terdindingi oleh selubung kegaiban secara misterius.
Dengan dorongan kuat dari keingintahuan yang dimiliki oleh manusia yang dilengkapi kemampuan mempelajari disertai puluhan ribuan bahkan lebih bukti adanya makhluk halus,manusia berusaha keras mendekati dan mendalami para makhluk halus ini. Apa hasilnya ? Banyak kejadian yang berhubungan langsung dengan makhluk halus yang dapat merugikan kita sesebagai manusia. Ramainya pemberitaan kesurupan diberbagai tempat ditanggapi berbagai komentar. Sebagian percaya itu ulah makhluk halus. Yang lain menganggap akibat beban sehingga berdampak depresi. Apa yang sebenarnya yang menyebabkan kejadian tersebut terjadi ? Lantas bagaimana pandangan ilmu pengetahuan ilmiah.

Makhluk Halus
Apakah Makhluk Halus Itu ?
Makhluk halus umumnya digambarkan sebagai sosok tanpa nama yang mengenakan jubah putih atau hitam. Memiliki wajah tampan,buruk dan menakutkan. Ada yang menganggap berasal dari ruh yang kembali dari kuburan untuk mengunjungi orang yang masih hidup.
Sejauh yang diketahui manusia,makhluk halus memiliki berbagai bentuk dan rupa. Kehadirannya dapat dirasakan meski tak tampak.
Makhluk halus juga memiliki tingkah laku yang berbeda dengan tingkah laku manusia. Ada yang baik,jahat,usil,dan suka mengganggu,tapi tidak pernah diketahui apa yang melatarbelakangi tindakannya itu. Apakah perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu atau tidak memiliki tujuan apapun. Misalnya,dalam kasus kesurupan. Tidak begitu jelas apa tujuan makhluk halus itu ketika menyusup dalam raga manusia. Ini kalau kesurupan dianggap sebagai ulah makhluk halus. Makanya jangan suka usil kalau tidak ingin disebut sebagai makhluk halus.

Benarkah Gangguan Makhluk Halus Itu Ada dan Seperti Apa Wujud Gangguannya ?
Banyak orang tidak menyadari bahkan tidak peduli dengan gangguan jin dalam kehidupan sehari-hari. Padahal adanya gangguan jin atau makhluk halus telah disepakati oleh semua orang dan bahkan semua agama dengan cara pandangnya masing-masing. Sebagian besar masyarakat merasa tidak terlalu penting membahas makhluk halus dan gangguan-gangguannya. Kita menyangka bahwa makhluk-makhluk tersebut tidak berpengaruh apapun pada kehidupan kita, tidak berpengaruh pada kesehatan, karir, rizki, jodoh, atau tidak memberi pengaruh apapun dalam keseharian kita. Mengetahui gangguan jin, setan adalah sebuah kewajaran. Bukan untuk memasuki dunia mereka, tetapi untuk mengetahui, mewaspadai dan menyelesaikan gangguan mereka pada diri kita.
Gangguan jin, makhluk halus, yang dikenal dengan sihir, santet. Masyarakat baru mau menerima adanya gangguan jin secara fisik setelah penyakit medis tidak bisa dijelaskan lagi oleh ilmu kedokteran. Ada kelompok orang yang menolak segala hal yang berkaitan dengan makhluk halus, jin atau apapun sebutannya. Mereka beranggapan bahwa semua hal yang terkait dengan makhluk halus adalah klinik, tidak ilmiah, tidak bisa dipercaya kebenarannya, dan bukan zamannya lagi membicarakan untuk dibicarakan. Gangguan-ganguan seperti itu biasanya oleh medis tidak terdeteksi.
Misalnya contoh kasus di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah Jombang, Jawa Timur, kasus ini bermula ketika seorang siswi berteriak-teriak saat jam istirahat. Teriakan itu kemudian disusul oleh siswi lainnya yang mencapai belasan.,mereka bertindak seperti orang yang kehilangan ingatan ,beberapa siswa juga menjadi beringas dan liar serta berlarian ke sana ke mari,padahal setiap pagi pihak sekolah selalu membacakan ayat Alquran di setiap ruangan kelas sebelum memulai pelajaran.
Yang menyerang siswa-siswa adalah masalah kesehatan mental yang dalam diagnosis gangguan jiwa disebut gangguan disosiatif. Disosiatif sebenarnya kecemasan hebat yang direpresi sedemikian rupa ke alam bawah sadar dan disalurkan dalam bentuk kesurupan atau kepribadian ganda.

“ Seseorang yang sedang dalam kesurupan denyut nadinya meningkat menjadi 240 denyut per menit (normal 70 denyut per menit). Kondisi pelaku yang telah sadar dari kesurupan itu adalah kepala pening,kadar gula meningkat,denyut jantung tak teratur dan selanjutnya pola tidur terganggu”(Mulihardi 2007:10)

Psikomotorik pada tubuh pun ternyata sangat berpengaruh pada kondisi tubuh orang yang sedang kerasukan.Mungkin ini adalah efek yang ditimbulkan oleh stres jangka panjang. Biasanya orang-orang yang terkena gejala tersebut adalah orang yang memiliki masalah-masalah besar yang menurut mereka kesukaran-kesukaran yang dialami itu sult untuk diatasi. Jadi mereka hanya bisa memandang kosong dengan angan-angan penyelesaian yang tak pernah mereka lakukan dalam kenyataan.
Wahab (1960:128) menyatakan:

“Bahwa gangguan-gangguan makhluk halus bisa dilihat secara fisik,yaitu pusing-pusing,leher berat,pundaak nyeri,sakit pada perut dan ulu hati,dada sesak,pandangan mata kabur,makan atau minum berlebihan,sakit yang berpindah-pindah.Psikis,yaitu mudah tersinggung,sulit konsentrasi,bermimpi menakutkan,resah,gelisah,sering mendengar suara letusan disekitar rumah khususna pada malam hari,merasa selalu ada yang mengikuti. Ibadah yaitu sering lupa rakaat shalat,terasa ngantuk setiap dzikir,sulit bangun malam (tahajud),sering batal ketika wudhu,was-was ketika shalat. Aktivitas social yaitu terhalang rezekinya,terhalang jodohnya,dijauhi rekan-rekan.”

Memang benar ketika tubuh kita bukan lagi jiwa kita sendiri yang mengisi,itu akan terasa kita jadi orang lain,kadang-kadang terasa nyata kadang-kadang terasa tidak. Pengaruh gangguan itu akan terlihat bukan hanya diluar tubuh tapi dalam tubuh pun akan terlihat itu karena selain diri kita ada makhluk lain yng memang keberadaannya bisa dirasakan.

Pengkajian Fenomena Gangguan Makhluk Halus
Meski begitu,secara ilmiah fenomena gangguan makhluk halus ini di kaji dengan spiritual,

“Penjelasan secara spiritual terkait dengan keyakinan agama.Spiritual ini semacam pengetahuan yang dengan pengetahuan itu orang dapat memanggil,mendatangkan dan berkomunikasi dengan roh-roh makkhluk halus “ (Mulihardi 2007:5)

Spiritual memang berkaitan dengan keyakinan kita terhadap maha pencipta alam semesta,disini kita yakin bahwa allah menciptakan semua makhluknya dan kita harus saling menghargai. Jangan sampai kita saling mengganggu yang nantinya bisa merugikan salah satu pihak atau keduanya Kita juga percaya bahwa makhluk halus merupakan ruh orang yang sudah meninggal. Mereka hadir kembali kedunia nyata ini dengan berbagai alasan. Misalnya,keinginan untuk membalas dendam atau memberi tahu sesuatu yang dianggapnya penting kepada orang yang masih hidup.
Namun,ada juga penjelasan spiritual seputar makhluk halus yaitu,makhluk yang memang diciptakan Allah berbeda dengan manusia. Misalnya malaikat dan jin. Dalam perbuatan malaikat dikategorikan selalu berbuat baik,sedangkan jin ada yang baik ada yang jahat. Manusia yang diganggu makhluk halus biasanya oleh jin jahat. Penyebabnya beragam namun proses pengusirannya sama yaitu dengan menggunakan doa-doa atau ritual.

Mistis dan Bukan Mistis
Kerasukan terjadi karena jiwa yang labil. Mereka mengalami trance lantaran keadaan jiwa yang masih labil. Gejala kesurupan menunjukkan makin kompleksnya masalah yang dihadapi masyarakat. Beratnya beban masalah yang ditanggung membuat emosi orang meluap-luap dan tumpah dalam bentuk gejala-gejala yang tidak wajar, seperti berteriak-teriak atau bahkan pingsan. Misalnya, beban kenaikan harga bahan bakar minyak, yang disusul isu kenaikan tarif dasar listrik, yang telanjur menambah beban emosi. Makanya kesurupan sangat potensial menimpa orang-orang yang berpikiran labil. makanya sangat jarang murid yang badung pernah kesurupan. Itu karena anak seperti ini punya ketegaran dalam keyakinan, terlepas pikirannya itu salah atau benar.Kehidupan kita saat ini tidak seimbang dan menimpa orang yang tingkat kesadarannya rendah. Tetapi ia percaya bahwa kehidupan di luar manusia itu ada.
Tubuh sebagai dasar utama dalam kehidupan. Tapi ada pengaruh diluar tubuh seperti pikiran, kepribadian, karakter, sifat-sifat, pembawaan, dan sebagainya.

Apakah Bimbingan itu diperlukan ?
Penderita gangguan jiwa sering tidak menyadari apa yang sebenarnya
sedang melanda dirinya. Ia gelisah, cemas, tak bersemangat, terkadang
takut, ragu-ragu, tak percaya diri, tetapi ia sendiri tidak tahu
persis apa sebenarnya yang menyebabkan keadaan-keadaan tersebut. Di
kalangan masyarakat, ada yang menyarankan agar penderita itu dibawa
kepada dukun, karena gejala itu ada hubungannya dengan gangguan
makhluk halus. Di sisi yang lain, ada yang menganjurkan agar penderita
dibawa kepada kepada dokter jiwa karena ia dianggap sakit jiwa.
Fenomena itu menunjukkan bahwa masyarakat belum memahami fungsi
bimbingan dan konseling.
Meskipun di sekolah sudah ada guru BK yang menangani masalah kesulitan
belajar bagi siswa-siswa bermasalah, tetapi pada umumnya masyarakat
belum bisa membedakan tugas dan fungsi guru BK dengan guru lainya.
Layanan Bimbingan dan Konseling kejiwaan pada umumnya baru tumbuh pada
masyarakat perkotaan, terutama-kota-kota besar, karena hiruk pikuk
kehidupan manusia di kota besar dengan segala permasalahannya sangat
memungkinkan timbulnya gang¬guan jiwa bagi orang yang tidak siap
mental atau yang terlalu berat beban mentalnya dalam mengatasi
problema kehidupan yang dialaminya. Meskipun belum ada data penelitian
lapangan, nampaknya pengguna jasa layanan Bimbingan dan Konseling
kejiwaan masih terbatas pada kalangan menengah ke atas, dan pada
kelompok yang relatip tidak dekat dengan agama. Di kalangan masyarakat
santri, jika ada seseorang yang merasa bermasalah biasanya lebih suka
sowan kepada kyai untuk minta doa dan berkahnya agar sembuh dari
gangguan jiwa itu. Apa yang dilakukan oleh para kyai terhadap tamu
yang mohon di doakan dan diberkahi itu sebenarnya memang merupakan
jenis layanan konseling, meski paradigmanya berbeda.
Masyarakat dakwah di Indonesia sekedar menyampaikan seruan atau informasi tentang Islam. Usaha mensosiali¬sasikan Islam dengan persuasip masih merupakan
teori yang dipelajari di bangku kuliah atau di diskusikan dalam
seminar-seminar, belum menjadi perencanaan apalagi program aksi yang
terkordinasi. Orientasi dakwah di Indonesia pada umunya masih monoton. Bimbingan itu sangat diperlukan bagi orang-orang yang memang membutuhkan. Membimbing itu membrikan pertolongan bisa berupa benda maupun nasihat,oleh karena itu dalam kasus seperti ini sangat diperlukan seorang konselor atau fasilitator lainnya dalam membantu orang-ornag yang berada dalam kasus seperti ini. Mereka butuh orang untuk membantunya menyleseikan masalah agar tidak membuat mereka terbebaini dengan masalahnya itu sehingga mereka mempunyai pikiran tidak jelas dan kesurupan itu terjadi.

Penutup
Walaupun telah menggunakan ilmu pengetahuan ilmiah dan ilmu psikologi, ternyata masih banyak misteri kehidupan yang belum terungkap dan sulit dijelaskan baik secara metode ilmiah dan cara psikologi. Untuk membantu pemecahan masalah yang belum terpecahkan, cara spiritual dan religius adalah cara alternatif tambahan .Kasus-kasus seperti masalah kesambet, kesurupan, kerasukan, sangat sulit bilamana hanya dipandang dan dipecahkan dengan cara metode ilmiah dan cara psikologi. Karena pada kasus kesurupan akan nyata bedanya, karena adanya keterlibatan unsur energi dari luar lainnya. Kita hidup di alam ini tidak hanya bersama sesama manusia, hewan dan tumbuhan, tetapi masih bersama makhluk lain yang menempati lapis alam yang lain.
Kejadian seperti itu pun terjadikarena manusia itu sendiri sdang berada dalam alam bawah sadar maksudnya manusia itu dalam keadaan banyak masalah yang menuut mereka sangat sulit untuk diseleseaikan,sehingga disini sangat dibutuhkan fasilitator lingkungan sperti konselor,orang tua,teman sebaya yang bisa membantu sedikit bagaimaa agar kasus itu tidak terjadi pada manusia itu.

Referensi
Mulihardi.2007.Master.Galerry,tanggal 14 April 2007

Wahab.1960.”Landasan Konseling Agama”.[Online]. Tersedia : http:// RM Fatihah. Blogspot.Com/2009/03/landasan konseling agama.Html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: