DAMPAK PERLAKUAN ORANGTUA YANG OVER PROTECTIVE TERHADAP KEPRIBADIAN ANAK Novi Yulistian 0901159 Kelas PPB A 2009

Anak adalah titipan dari Tuhan yang diberikan kepada suatu keluarga. Keluarga harus memberikan kasih sayang dan memberi pendidikan yang baik untuk anak.
Yusuf (2000: 37) mengatakan keluarga mempunyai peranan yang sangat penting dalam upaya mengembangkan pribadi anak. Perawatan orangtua yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang nilai-nilai kehidupan, baik agama maupun sosial budaya yang diberikannya merupakan faktor yang kondusif untuk mempersiapkan anak menjadi pribadi dan anggota masyarakat yang sehat.

Orangtua berperan sebagai seorang guru pertama bagi seorang anak. Cara berpikir dan berbuat seorang anak sangat dipengaruhi oleh cara berpikir dan berbuat orangtua. Sikap orangtua akan membentuk sikap mental anak, dan bentukan itu akan sangat kuat pada diri seorang anak.
Di sekeliling kita banyak dijumpai persoalan keluarga yang diakibatkan perlakuan orangtua yang over protective kepada anaknya. Over protective merupakan sebuah bentuk perlindungan yang berlebihan yang diberikan orangtua pada anak. Sikap orangtua yang over protective sebenarnya sangat membelenggu kebebasan anak untuk mengekspresikan jati dirinya.

Latar Belakang Orangtua Bersikap Over Protective
Banyak hal yang menjadi latar belakang orangtua untuk bersikap over protective kepada anak mereka, diantaranya:
a. Adanya kasih sayang yang terlalu berlebihan pada anak

Hal ini banyak dirasakan oleh keluarga yang hanya memiliki satu orang anak dan keluarga yang setelah sekian lama menjalani pernikahan mereka tanpa kehadiran seorang anak. Dalam keluarga seperti ini anak akan benar-benar diberikan kasih sayang dan perlindungan yang sangat berlebihan.
b. Memiliki rasa kekhawatian yang berlebihan pada anak
Rasa khawatir memang adalah sebuah perasaan yang lazim dirasakan oleh setiap orangtua, ini merupakan sebuah ekspresi kasih sayang orangtua kepada anak mereka. Dengan hal itu seorang anak akan merasa kalau dirinya diperhatikan dalam keluarga, tetapi sikap khawatir orangtua terhadap anak tentunya memiliki batasan, tidak harus setiap aktivitas yang dilakukan anak menjdi sesuatu yang sangat dikhawatirkan oleh orangtua.
c. Adanya rasa bersalah kalau tidak memperhatikan anak
Karena anak adalah titipan dari Tuhan, dan orangtua berkewajiban memenuhi kebutuhan dan kasih sayang pada anak. Sehigga orangtua akan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik pada anak. Tetapi sebenarnya tidak setiap hal yang di inginkan oleh anak harus dituruti oleh oangtua.
d. Adanya rasa trauma masa lalu yang dirasakan oleh orangtua
Perasaan ini timbul ketika orangtua memiliki rasa trauma atau pengalaman yang buruk di masa lalu, orangtua takut pengalaman buruknya itu akan menimpa anaknya. Sehingga dia akan bersikap over protective pada anak.

Perilaku Orangtua yang Over Protective Terhadap Anak
Berbagai perilaku ditunjukkan oleh orang tua untuk menujukan rasa kasih sayang mereka pada anak. Orangtua yang over protective kepada anaknya akan menunjukkan hal-hal seperti berikut :
a. Selalu mengkhawatirkan keadaan anak
Setiap aktivitas yang dilakukan anak selalu diawasi oleh orangtua, karena takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pada anak. Misalnya ketika seorang anak mengikuti kegiatan di sekolah, karena khawatir yang berlebihan orangtua selalu mengontrol anaknya dengan mengontaknya sesering mungkin untuk memastikan kalau keadaannya baik-baik saja.
b. Tidak pernah mau melepaskan anaknya sendirian
Karena rasa kurang percaya akan kemampuan anak, maka orangtua tidak pernah melepaskan anaknya sendirian. Misalnya ketika anak akan pergi ke sekolah, anak tidak pernah dibiarkan berangkat sendiri karena takut tersesat atau takut ada penculik yang akan menculik anak. Sehingga anak selalu diantar setiap anak akan pergi kemanapun.
c. Selalu melayani anak
Orangtua selalu memberikan perawatan dan pelayanan terus-menerus pada anak meskipun anak telah mampu melakukannya sendiri. Misalnya setiap anak ingin makan, orangtua selalu menyediakan makanan bahkan anak itu selalu disuapi saat makan.
d. Memecahkan setiap masalah anak
Saat anak mendapat masalah, orangtua ikut campur untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Tujuan orangtua mungkin untuk membantu anak, tetapi sebenarnya hal ini tidak akan mendidik anak.

Akibat Orangtua yang Over Prtective bagi Anak
Setiap perilaku yang diberikan orangtua akan membentuk kepribadian anak, pribadi yang akan dimiliki oleh seorang anak yang mendapat perlakuan over protective dari orangtua, diantaranya :
a. Tidak percaya diri
Pribadi ini tumbuh karena sikap orangtua yang selalu melarang anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang anak senangi. Jika aktivitas itu berbahaya, itu dapat dimaklumi. Tetapi pada kenyataannya seringkali orangtua melarang anaknya untuk melakukan sesuatu. Misalnya : ketika seorang anak akan membeli sebuah permen di toko sebelah rumah, dia tidak diperbolehkan sendirian, karena khawatir uangnya jatuh dan hilang. Saat seorang anak ingin mandi sendiri, orang tua tidak mengizinkannya dengan alasan nanti badannya tidak bersih.
Larangan-larangan ini sebenarnya menunjukkan ketidak percayaan orangtua pada kemampuan anak. Orangtua tidak menyadari dampak dari setiap larangan yang diberikan akan membentuk pribadi anak yang tidak mandiri setelah dia dewasa nanti.
b. Tidak pernah mandiri
Seorang anak tidak akan pernah dewasa ketika orangtua selalu ikut campur pada setiap kegiatan yang anak lakukan dan selalu membantu memecahkan permasalahan yang menimpa anak.
Misalnya ketika anak bertengkar dengan temannya, orangtua membantu mendamaikan anak dan temanya itu dengan cara membujuk dan memintakan maaf pada temannya atas nama anak, orangtua tidak memberikan kesempatan pada anak untuk meminta maaf sendiri. Hal ini akan membuat anak pada masa dewasa nanti menjadi seseorang yang tidak mandiri dan akan menggantungkan hidupnya pada oranglain.
c. Selalu menuntut perhatian dari orang lain
Karena terbiasa selalu mendapatkan perhatian dari orangtuanya yang over protective, maka ketika anak berada di lingkungan luar, dia ingin lingkungan itu selalu memperhatikan dirinya.
d. Anak akan menjadi sosok yang egois
Karena sikap orangtua yang terlalu mengkekang setiap aktivitas yang anak lakukan, maka anak akan melampiaskan hal tersebut pada teman-teman disekitarnya.

Perlakuan yang Seharusnya Orangtua Lakukan Terhadap Anak
Weiten dan Lioyd dalam Yusuf (2000: 52) mengemukakan lima prinsip “effective parenting” (perlakuan orangtua yang efektif), yaitu:
a. Menyusun/membuat standar (aturan perilaku) yang tinggi, namun dapat dipahami.
b. Menaruh perhatian terhadap perilaku anak yang baik dan memberikan ganjaran.
c. Menjelaskan alasannya (tujuannya), ketika meminta anak untuk melakukan sesuatu.
d. Mendorong anak untuk menelaah dampak perilakunya terhadap orang lain.
e. Menegakkan aturan secara konsisten.

Jadi, karena orangtua adalah media sosialisasi yang pertama bagi anak dan setiap perlakuan yang diberikan orangtua kepada anak sangat berperan dalam membentuk sikap mental dan pribadi anak. Maka orangtua harus memberikan contoh cara berfikir dan berbuat yang baik dan benar pada anak. Orangtua hendaknya harus memahami setiap tahapan perkembangan yang dimiliki anak agar kemampuannya sesuai dengan usianya. Orangtua harus memberikan perhatian kepada kegiatan yang dilakukan oleh anak, tetapi perhatian yang diberikan tetap harus sewajarnya. Ketika orangtua menyuruh anak untuk melakukan sesuatu, anak harus diberikan penjelasan mengapa dia disuruh melakukan hal itu, hal ini dilakukan agar anak mengerti dan dapat berpikir positif dengan apa yang dia lakukan. Aturan dalam sebuah keluarga pelu ditegakkan tetapi aturan yang dibuat itu jangan sampai membatasi seorang anak untuk berekspresi dan menunjukkan jati dirinya.

REFERENSI

Rifaco. 2009. “Anak Kebutuhan Khusus”. (online). Tersedia: http://www.rifaconswordpress.com
Yusuf, Syamsu. 2000. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: